Monday, August 7, 2017

Cara Setting Delco



Pada mobil MR/Boomer/VanTrend atau M1400, pengapian yang disarankan adalah 5 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) alias 5 derajat BTDC (Before Top Dead Centre).

Piston pada TMB (titik mati bawah)

Piston bergerak keatas mencapai sebelum TMA, pada saat ini platina membuka(memutus) dan busi memercikan api.

Sambil BBM dibakar, piston terus bergerak keatas pol di TMA

Piston bergerak ke bawah setelah TMA


Ilustrasi videonya
Pada M1400 pengapian adalah BTDC, tetapi jika terlalu awal bisa merusak mesin. Jika terlambat atau terlalu lambat efeknya adalah loyo dan bensin boros.

Jadi intinya adalah menentukan bukaan platina saat 5 derajat BTDC. Caranya tentukan dulu posisi  5 derajat BTDC yaitu dengan menempatkan garis fire di pully pada jarum centre.



Selanjutnya adalah menempatkan platina agar pada posisi membuka saat BTDC, contoh pada foto dibawah ini ternyata platina menutup. Jadi delco harus diputar.


 Delco diputar keatas, berlawanan arah jarum jam sampai platina membuka seperti pada foto dibawah :



Berikut videonya :


Pasang kembali semua dan hidupkan .. langsung jeger. Panaskan dulu mesinnya, lanjut putar lagi delconya pelan2 hingga didapat RPM yang lebih tinggi dan halus, kalau RPM jadi turun yah putar balik arah dengan pelan2 juga.

Nah bagian selanjutnya bisa digunakan buat yang hanya ingin menyetel delconya saja. Mesin normal nya, tapi hanya ingin menyetel delconya.



Biarkan mesin panas pada suhu optimalnya yaitu setengah skala dan lanjutkan fine tuningnya nanti, tandai posisi delco. Putar delco ke bawah searah jarum jam sehingga RPM turun (malah mau mati, diduga ini posisi top), ok stop jangan dilanjutkan. Timing pengapiannya sudah cukup terlambat, rpm turun, tenaga loyo dan bensin boros. Delco putar balik keatas melawan arah jarum jam pelan-pelan(memajukan pengapian), RPM mesin pun naik. Berhenti pada saat awal tadi(yg ditandai), lanjutkan putar keatas, cek RPM apakah tetap atau naik dikit. Kalau tetap yah balik lagi ke sebelumnya.  RPM tertinggi menandakan putaran mesin tertinggi untuk asupan BBM yang sama --> powernya tertinggi, mesin kuat tenaganya dan hemat BBM. Perlu kehatian-hatian dalam memajukan pengapian, karena bisa merusak mesin.

Cara diatas valid untuk pasangan sproket camshaft yang normal, tidak dimaju-mundurkan 1 mata rantai. Misalkan sproket dimajukan(kekanan/lawan arah jarum jam) 1 mata rantai pada TMA.  Mundur  1 mata rantai (searah jarum jam) pada posisi sama saja dengan sekitar 15 derajat BTDC :) . Pada kondisi ini delco tuningnya putar ke bawah (memundurkan pengapian dari 15 derajat hingga sekitar 5 derajat).

Sprocket camshaft terdiri dari 24 mata, artinya 1 mata ranta berjarak 360/24 = 15 derajat

Misalkan sproket dimundurkan(kekiri/searah arah jarum jam) 1 mata rantai pada TMA.  Maju 1 mata rantai (lawan arah jarum jam) pada posisi sama saja dengan sekitar 15 derajat ATDC :) .

Pada kondisi ini delco tuningnya putar ke atas ? Mengkoreksi keterlambatan 15 derajat menjadi maju sekitar 5 derajat?

Foto top yang benar. Fire sebelum top,  bengkel bisa jadi memundurkan sproket noken 1 rantai. Huruf F sprocket dipasang pada top(tanda top pada kruk-as). Range pengapiannya seluruhnya pada ATDC, setelah TMA. Delconya diputar2 tidak terasa RPM drop/mati.

Dugaan saya, bengkel umumnya memundurkan sproket noken 1 rantai. Huruf F sprocket dipasang pada top. Pengapiannya seluruhnya pada ATDC, setelah TMA. Delconya diputar2 tidak terasa RPM drop/mati, RPM memang naik turun tapi tidak sampai drop/mati.

Jadi memutar delco keatas itu memajukan pengapian dan harus hati-hati. Dan power nmaksimal pada 50 dearjat BTDC. Jadi RPM tertinggi pada sekitar itu TAPIIII itu berbahaya jadi jangan ambil pada RPM tertinggi, turunkan lagi delconya :) . Selamat mencoba.

Update : setelah digunakan timing light, ternyata RPM tertinggi itu pada sekitar 20-30 derajat BTDC. Cerita lengkapnya di http://cintamazda.blogspot.com/2017/08/cara-menggunakan-timing-light.html.

No comments:

Post a Comment