Wednesday, November 15, 2017

Derajat Pengapian Pada Camshaft Dan Kruk As

Kamis kemaren sedikit berexperimen dengan memutar-mutar camshaft. Seperti kita ketahui ada 8 lubang pada sprocket camshaft jadi jarak antara lubang adalah 360/8 = 45 derajat. Pertama saya putar  45/2=22,5 derajat dari top, wow di kruk as terbaca 45 derajat.


Berikutnya saya putar 45 derajat dari top, wow di kruk as terbaca 90 derajat.


Apa saya salah bikin ukuran di kruk as? Apakah foto dibawah ini salah? Itu tanda goresan bukan 5 derajat sebelum TMA tapi 2.5 derajat sebelum TMA? Asiikk dong selama ini pengapian maksimal hanya di 22,5  derajat sebelum TMA bukan 45 derajat sebelum TMA. 


Tapi terus saya ingat "inner camshaft sprocke" yang dibawah itu lebih kecil.


Sprocket atas dengan 36 mata rantai.
 Sprocket bawah dengan 18 mata rantai.

Karena terhubung rantai maka kecepatan liner sprocket atas VA sama dengan kecepatan linear sprocket bawah VB. Tapi keliling sprocket bawah KB(18 mata) setengahnya keliling sprocket atas (36 mata) KA. Jadi ketika sprocket atas berputar 1 lingkaran penuh maka sprocket bawah berputar 2 lingkaran penuh. Ketika sprocket atas berputar 22,5 derajat maka sprocket bawah berputar 45 derajat.
Ketika sprocket atas berputar 45 derajat maka sprocket bawah berputar 90 derajat.

Diketahui :

VA = Wa x Ra = Wb x Rb.

KA = 2phi x Ra = 2 x 2phi x Rb --> Ra = 2 x Rb

Maka VA = Wa x 2 x Rb = Wb x Rb --> Wb = 2 x Wa 

Jadi kecepatan anguler sprocket bawah memang 2x  kecepatan anguler sprocket atas. Sprocket bawah berputar 2x lebih cepat. Makanya tanda top di kruk as itu bisa berarti top silinder 1, bisa juga berarti top silinder 4.

Jadi tidak ada yang salah dengan penandaan di kruk as, untuk derajat pengapian maka yang diukur adalah derajat perputaran kruk as. 



Jadi memundur-majukan 1 rantai pada camshaft sprocket itu berarti memundur-majukan 10 derajat pada pada camshaft sprocket, yang berarti memundur-majukan 20 derajat pengapian! .

Derajat perputaran sprocket camshaft berguna untuk penandaan top dari masing-masing silinder. Jadi:

F di jam 1   --> top silinder 1,  
F di jam 4   --> top silinder 3,  
F di jam 7   --> top silinder 4,  
F di jam 10 --> top silinder 2.


Di foto ini adalah F di jam 1   --> top silinder 1. 


Sama halnya di delco :



Rotor di jam 1   --> pengapian silinder 1,  
Rotor  di jam 4   --> pengapian  silinder 3,  
Rotor  di jam 7   --> pengapian  silinder 4,  
Rotor  di jam 10 --> pengapian  silinder 2.

Semoga berguna!

No comments:

Post a Comment